Kamis, 17 Mei 2012

KANKER a.k.a Kantong Kering

Kalau diingat-ingat kayaknya aku emang gak pernah punya uang lebih ya, pasti uang jatahku tak bersisa ...haha. sering malah waktu mau beli apa gitu atau pas mau jalan ke mana gitu aku pasti bilang"..tapi aku gak punya uang lho" dan pasti respon orang yang tak ajak ngomong jawabnya "emang kapan sich dirimu pernah punya uang". Dan akhirnya aku cuma ketawa. Kalau itu dulu sich sebenarnya perkataan itu aku ucapkan dalam artian masih punya uang tapi gak banyak sampek berlebihan. Tapi kalau sekarang sudah lain ceritanya. huhu, sekarang ceritanya sedih ni, kalau aku gak punya uang memang dalam artian gak punya uang yang sebenarnya.
Pernahkah Anda yang anak kos merasakan yang namanya kanker a.k.a kantong kering di mana kita bener-bener gak punya uang? dan saya yakin pasti jawaban kalian pasti pernahlah tak terkecuali bagi yang ATM nya jarang unlimited pasti juga pernah merasakan walau mungkin kadarnya berbeda-beda.  Dan inilah yang sekarang lagi aku rasakan. selama aku menjadi anak kos sejak bertahun-tahun silam ini yang ke tiga kalinya aku merasa benar-benar kanker. Pertama itu ketika aku masih duduk di bangku SMP mungkin tahun 2007 ya. Waktu itu bulan puasa dan uangku kalau tidak salah tinggal kurang dari sepuluh ribu. awalnya saya tenang-tenang saja toh hari itu adalah hari sabtu dan tentunya ibuku akan datang dan aku pulang kampung. Berhubung hari itu ada tarawih bersama di sekolah tentulah aku harus mengeluarkan uang untuk membeli makan. dan tentu aku mikir kalau uangku masih cukup. tapi tiba-tiba saja ibuku menelepon kalau beliau akan terlambat menjemputku karena pergi ke Jember menjenguk saudara dan mungkin jam 9 malam baru bisa jemput. Langsung deh aku bingung, bagaimana caranya pergi ke sekolahku yang jaraknya 2km dari kos yang biasa aku tempuh dengan sepeda kan gak mungkin kalau malam-malam di atas jam 7 sebagai anak SMP aku gak berani. waktu itu aku tetep pengin ikut tarawih akhirnya aku keluarkan simpanan koin-koinku dan ke sekolah naik becak, untungnya Tuhan baik pulangnya aku naik becaknya sama temenku jadi bayarnya patungan alhasil uangku cukup.
cerita yang ke dua ada waktu awal masuk kuliah semester dua ketika harga buku-buku kuliah maha-mahalnya selangit dan walaupun fotokopipun masih terhitung mahal mengingat buku-buku itu hanya terbaca dua minggu ketika UTS ditambah salah beli buku gara-gara waktu pertemuan pertama dosen nya bilang bukunya judulnya A gitu langsung deh aku beli bukunya takut kehabisan kayak semester kemarin karena bukunya untuk mata kuliah yang pokok eh ternyata minggu depannya dosennya bilang bukunya ganti..siapa yang gak nyesek coba..alhasil fotokopi ke luar uang lagi.
yang ke tiga adalah hari ini, setelah UTS bukunya ganti lagi tapi belajar dari pengalamn yang lalu akhirnya aku gak tergesa-gesa buat beli atau fotokopi buku tapi memang karena aku juga gak punya uang. untungnya sudah bisa bayar kos. Uang di dompet tinggal Rp 18000 sedangkan ATM tinggal 300 ribu dan parahnya beras tinggal limit. kalau sudah begini pasti ujung-ujungnya memutar otak untuk mengatur pengeluaran untuk hari-hari ke depan. ketika rencana anggaran tak sesuai kenyataan alias banyak kebutuhan tak terduga itu beneran nyesek lho,sms datang nagih pelunasan baju buat organisasi, belum bayar seminar ditambah diskon SSF yang memanggil-manggil. Hadeh demi kelanjutan hidup acara nonton pun batal. sialnya ketika uang tinggal 18000 itu ATM dekat kos rusak, akhirnya pergi ke ATM lain yang agak jauh sampek dalem e ternyata ATM nya ketinggalan di kos,,tambah nyesek kan?
Kalau gini pasti inget dulu aku kalau uang mulai menipis pasti dalam hati berkata tenang bensin masih banyak kan, kalau gak punya uang tinggal pulang. Sekarang?uang menipis, hati berkata beras masih ada kan?kalau iya syukur deh masih bisa makan lha kalo mgu ini beras juga ikut menipis. berasa orang yang paling menderita aku tapi setelah ngobrol dengan teman dan mencurhatkan kekankeranku aku malah bersyukur ternyata masih banyak yang lainnya yang lebih kesulitan yang bahkan ATMnya sudah mencapai batas akhir yang kadang makan kadang enggak. Intinya apapun keadaannya haruslah kita mensyukurinya, mungkin Allah sedang menguji kita karena kita terlalu boros padahal mencari uang itu sulit. ^^ (Selasa, 8 Mei 2012) ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar